Assalamu'alaikum Wr.Wb Selamat Datang di Blog Dunia Pendidikan Berbagi Wawasan Keilmuan, Keislaman Oleh : Sahrialsyah Sinar, M.Pd.I

Senin, 22 Februari 2010

EKSISTENSI PENDIDIK

Pendidik merupakan orang kedua yang harus dihormati dan dimuliakan setelah orangtua.Mereka menggantikan peran orang tua dalam mendidika anak-anak atau peserta didik ketika berada di lembaga pendidikan adalah tempat apabila ada pepatah Mengatakan:
"Orangtua adalah guruku di rumah dan Guru adalah orangtuaku di sekolah"
Dengan demikian, seharusnya kita menghargai dan memuliakan para pendidik serta ulama sperti halnya memuliakan para orangtau kita Rasullullah bersabda:
"Bukanlah termasuk umatku, orang yang tidak menghormati orang tua(orang yang lebih tua),tidak menyayangi anak-anak (orang yang lebih muda),dan tidak memuliakan para ulama (orang yang berilmu)"(HR.Ahmad,Thabrani &Hakim)

Mengapa kita harus memuliakan para pendidik dan ulama Kerena melalui perantara merekalah kita menjadi pintar, memiliki berbagai ilmu pengatahuan, serta berhasil dalam kehidupan ini.Adakalanya peserta didik"terlupa" atau tidak menghargai jasa para pendidik dan ulama, bukan hanya mereka ketika lulus atau berhasil, tapi ketika juga mereka masih dalam proses pendidikan.Apabila hal ini terjadi, mak yakinlah bahwa peserta didik tersebut meskipun pintar tapi tidak akan membawa berkah(manfaat), jangankan bagi orang lain bagi dirinya sendiri pun tidak,Rasullulah tidak akan mengakui sebagi umatnya(seperi sabda beliu dalam hadis diatas) Maka mulialah yang memuliakan para pendidik dan ulamadan terhinalah yang tidak memuliakan (menghina) para pendidik dan ulama,maka renungkanlah...?

Selasa, 02 Februari 2010

Puisi Karya ( Dorothy Law Notle )

  1. Jika Anak dibesarkan dengan celaan ia akan belajar memaki
  2. Jika Anak dibesarkan dengan permusuhan Ia akan belajar berkelahi
  3. Jika Anak dibesarkan dengan penghinaan ia akan belajar menyesali diri
  4. Jika Anak dibesarkan dengan cemoohan ia akan belajar rendah diri
  5. Jika anak dibesarkan dengan toleransi ia akan belajar menahan diri
  6. Jika Anak dibesarkan dengan dorongan ia akan belajar percaya diri
  7. Jika Anak dibesarkan dengan pijian ia akan belajar menghargai
  8. Jika Anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan ia akan belajar keadilan
  9. Jika Anak dibesarkan dengan rasa aman ia akan belajar menaryh kepercayaan
  10. Jika Anak dibesarkan dengan dukungan ia akan belajar menyenangi dirinya
  11. Jika dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan ia akan belajar menemukan cinta dalam kehidupan

Senin, 18 Januari 2010

LEMBAGA PENYELENGGARA PENDIDIKAN

Badan atau penyelenggara pendidikan, baik pemerintah maupun swasta(biasanya berbentuk yayasan)berfungsi sebagai motor penggerak utama sekaligus penanggung jawab penuh terselenggaranya pendidikan di sekolah/madrasah yang di pimpinnya,
setiap penyelenggara pendidikan haruslah mengupayakan agar setiap kegiatan atau aktivitasnya dilaksanakan dengan profesionaldan penuh tanggung jawab(tidak asal-asalan)
Allah SWT Berfirman :
yang artinya :"Dan katakanlah,bekerjalah kamu sekalian, maka Allah dan Rasulnya serta orang-orang mu'min akan melihat pekerjaanmu itu"(QS.At Taubah:105)
Ali Bin Abi Tahalib ra, Juga pernah memperingatkan":Kebaikan yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh kejahatan/kemungkaran yang terorganisir.
Hal lain yang perlu di perhatikan oleh lembaga penyelenggara pendidikan adalah perlu adanya kesinambungan antara tuntutan pemenuhan kewajiban terhadap para personil pendidikan(karyawan, pendidik,dan tata usaha)dengan pemenuhan hak-hak mereka,misalnya menyangkut kesejahteraannya.Hal yang masih menjadi perhatian di dunia pendidikan adalah rendahnya gaji pendidik dari profesi-profesi lainya.merupakan suatu Ironi apabila profesi pendidik yang diakui oleh semua pihak sebagai profesi yang mulia tapi masih belum dimuliakan,profesi terhormat tapi masih belum dihormati, profesi yang membawa kesejahteraan tapi masih belum di sejahterakan.
Ada hadis qudsi yang perlu direnungkan oleh para penyelenggara dan pemimpin(lembaga swasta maupun pemerintah di bidang pendidikan) yaitu :
"Ada tiga golaongan manusia yang Aku musuhi di hari kiamat nant. pertama orang yang berjanji atas NamaKu(bersumpah dengan NamaKU)tetapi kemuadian ia memungkiri janjinya itu,Kedua orang yang menjual manusia dan memekan hasil jualanya,Ketiga orang yang mempekerjakan buruh(pegawai/karyawan) yang senantiasa minta tambah gaji,tetapi tidak di penuhi.(HR.Bukhari dari Abu Hurairah).
Memang benar dalam Islam ada anjuaran untuk melaksanakan terlebih dahulu kewajiban,setelah itu Hak akan menyusul,tapi ada juga hadis yang menganjurkan agar para majikan membayar upah/gaji karyawan sebelum keringat mereka kering serta memeprhatikan Hak-hak mereka,Merupakan terbaik diantara itu adalah adanya saling pengertian dan kesinambungan serta pemenuhan hak dan kewajiban dari kedua belah pihak.